Flamingballofwreckage.net – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengonfirmasi bahwa Danantara Indonesia telah menyatakan minat untuk memiliki saham di bursa saham tersebut. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu.
Jeffrey menyatakan bahwa minat ini diungkapkan melalui PT Danantara Investment Management (DIM). Ia menegaskan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara BEI dan Danantara, sementara menunggu pengesahan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) mengenai proses demutualisasi. “Kami akan terus menjalin komunikasi sambil menunggu POJK diterbitkan,” ujarnya.
Dalam POJK tersebut, akan diatur kepemilikan saham bagi investor di luar Anggota Bursa, termasuk Danantara. Jeffrey menjelaskan bahwa BEI telah melakukan studi banding dengan otoritas bursa di negara lain untuk memastikan format demutualisasi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia. “Kami berusaha menemukan format yang tepat, dan semua itu akan dituangkan dalam POJK,” kata Jeffrey.
Sebelumnya, Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, menyatakan bahwa mereka sedang dalam tahap pembahasan dengan OJK terkait kepemilikan di BEI. “Proses demutualisasi masih berlangsung, baik dengan OJK maupun dengan direksi bursa,” jelas Pandu.
Pandu menambahkan bahwa rincian mengenai porsi kepemilikan saham akan segera disampaikan kepada publik. Danantara berencana melakukan investasi ini sebagai bagian dari strategi demutualisasi melalui DIM. “Ini merupakan arahan dari BPI untuk DIM dalam pelaksanaan investasi,” tutup Pandu.