Pemprov Sulteng Dorong Hilirisasi Tambang untuk Produk Jadi

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan perlunya hilirisasi komoditas pertambangan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi hasil tambang di daerah tersebut. Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, menyatakan bahwa ekspor hasil tambang seperti nikel seharusnya tidak lagi dilakukan dalam bentuk mentah atau setengah jadi, tetapi harus dikembangkan menjadi produk jadi.

Dalam pernyataannya di Palu, Minggu, Lamadjido menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan sektor tambang dengan fokus pada pengolahan tingkat akhir dalam negeri. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan menciptakan lapangan kerja baru.

Ia juga menambahkan bahwa skema hilirisasi yang efektif akan memperbesar nilai tambah ekonomi, serta mendorong terbentuknya ekosistem industri pendukung di sekitar wilayah pengolahan. Gubernur menyatakan bahwa pemerintah daerah terbuka bagi investor yang ingin berinvestasi di Sulawesi Tengah, asalkan mereka mematuhi semua aturan dan prosedur perizinan yang berlaku.

Saat ini, tercatat 151 Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan 293 IUP Mineral Bukan Logam dan Batuan di Sulawesi Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah, pertumbuhan ekonomi daerah tersebut pada triwulan kedua tahun 2026 mencapai 5,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor industri pengolahan mendominasi Struktur Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulawesi Tengah dengan kontribusi sebesar 44,37 persen, diikuti oleh pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 15,60 persen, serta pertambangan dan penggalian yang menyumbang 13,79 persen. Ketiga sektor ini secara keseluruhan menyumbang 73,75 persen dari total perekonomian daerah.

Baca Juga  Iran Kirim 4 Juta Barel Minyak Meski Terblokade AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *