Flamingballofwreckage.net – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengekspresikan kemarahannya setelah pangkalan militer AS di Yordania menjadi target serangan balasan oleh Iran. Dalam pernyataannya, Trump menjanjikan respons militer yang keras terhadap Republik Islam Iran akibat tindakan tersebut.
Serangan yang dilancarkan oleh Iran terjadi pada hari Senin, ketika dua pangkalan jet tempur AS, Pangkalan Udara King Hussein dan Al-Azraq, menjadi sasaran rudal balistik serta drone. Tindakan ini dipandang sebagai balasan atas serangan udara yang dilakukan oleh AS di Pulau Larak, Selat Hormuz, yang mengklaim menyebabkan korban di pihak Iran, termasuk dua tentara dan seorang warga sipil.
Menurut informasi yang diterima, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tujuan dari serangan tersebut adalah untuk menanggapi agresi AS. Sementara itu, Yordania melaporkan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat delapan rudal sebelum memasuki ruang udara negara tersebut, tanpa adanya kerusakan yang dilaporkan.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump menegaskan bahwa AS akan memberikan respons yang tegas, meskipun ia juga mengindikasikan adanya kemungkinan untuk negosiasi. Trump menyebutkan bahwa sanksi yang diterapkan berdampak signifikan dan menunjukkan bahwa Iran tampaknya ingin terlibat dalam dialog.
Sementara itu, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Teheran tidak mencari konflik namun siap menghadapi setiap serangan lebih lanjut. Ketegangan antara kedua negara ini menunjukkan potensi untuk eskalasi yang lebih besar di kawasan tersebut, di tengah upaya diplomatik yang masih mungkin dilakukan.