KKP Temukan Tiga Anakan Buaya Sinyulong di Mempawah

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru-baru ini menemukan tiga anakan buaya sinyulong (_Tomistoma schlegelii_) yang baru menetas di kawasan permukiman nelayan Dusun Teredu, Desa Anjungan Dalam, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Temuan ini menunjukkan bahwa ekosistem Sungai Mempawah Hulu masih mendukung keberadaan dan reproduksi spesies buaya yang terancam punah tersebut.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak, Syarief Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan informasi ini diperoleh dari laporan masyarakat yang melihat telur buaya menetas di area permukiman nelayan. Tim Respon Cepat dari Balai PK kemudian turun ke lapangan untuk memastikan situasi dan mengumpulkan informasi lebih lanjut. Ketiga anakan buaya yang disebut “Baringayong” oleh masyarakat lokal ini masing-masing berukuran sekitar 33 sentimeter.

Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa ketiga anakan buaya dalam kondisi baik, meskipun terdapat sisa kantung kuning telur pada bagian ventral abdomen yang berisiko menyebabkan infeksi. Saat ini, mereka menjalani pemeliharaan dan inkubasi intensif di Tempat Penampungan Sementara Balai PK hingga kondisi fisik mereka stabil.

Iwan menambahkan bahwa temuan ini penting untuk memperbaharui data sebaran buaya sinyulong di Kalimantan Barat. Ia juga mengingatkan tentang ancaman terhadap habitat buaya akibat degradasi lingkungan, perubahan debit sungai, dan ketersediaan pakan alami. KKP meminta kepada masyarakat untuk tidak menangkap, memelihara, atau memperdagangkan buaya sinyulong karena statusnya yang terancam punah dalam IUCN Red List serta terdaftar dalam Appendix I CITES.

Baca Juga  Pasar Modal RI Pimpin Peringkat di ASEAN Menurut Studi NEXT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *