Ox Alpha Luncurkan 16 Triliun Token, Asal AI Masih Misterius

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pada 20 Agustus, kemunculan model kecerdasan buatan (AI) baru bernama Ox Alpha menarik perhatian di OpenRouter, sebuah platform populer bagi para programmer. Model ini dilabeli sebagai “model siluman”, dengan pengoperasian yang dilakukan oleh entitas yang memilih untuk tetap anonim selama fase pengujian.

Ox Alpha diklaim mampu melakukan penalaran khusus dalam pemrograman dan tugas jangka panjang dengan kemampuan pemrosesan yang tinggi. Model ini memiliki jendela konteks hingga 1.048.576 token dan dapat menghasilkan output maksimum 131.072 token. Selain itu, Ox Alpha mendukung input teks, gambar, dan video. Selama fase pengujian yang gratis, yang diperkirakan berakhir pada sekitar 27 Agustus, model ini telah menarik minat yang besar dari pengguna.

Sejak hari pertama peluncurannya, sekitar 134.000 pengguna telah menggunakan Ox Alpha, memanfaatkan total 7 triliun token. Angka ini melonjak menjadi 16 triliun token pada 23 Agustus, melibatkan sekitar 221.000 pengguna, menjadikannya sebagai model yang paling banyak digunakan kedua di platform OpenCode.

Keheningan dari pihak operasional Ox Alpha memicu rasa ingin tahu di kalangan komunitas teknologi. Banyak yang berspekulasi tentang asal-usul model ini, dengan indikasi kuat mengarah ke Tiongkok. Beberapa ahli mencurigai bahwa pengembang di balik model ini mungkin berhubungan dengan Zhipu AI, yang dikenal dengan lini produk GLM-nya.

Para penggiat teknologi terus menggali informasi lebih lanjut untuk memahami latar belakang dan potensi inovasi yang ditawarkan oleh Ox Alpha. Munculnya model kecerdasan buatan ini menandai langkah signifikan dalam perkembangan teknologi AI, yang terus berkembang pesat di berbagai sektor.

Baca Juga  Barat Akan Libatkan ISIS Suriah untuk Melawan Iran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *