Cicak Jadi Inspirasi Teknologi Satelit Canggih Atasi Sampah Antariksa

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Penelitian mengenai kemampuan cicak menempel pada permukaan yang halus kini menginspirasi pengembangan teknologi untuk menangkap sampah antariksa. Proyek gEICko, yang melibatkan para peneliti dari Julius-Maximilians-Universität Würzburg (JMU) dan institusi internasional lainnya, bertujuan untuk membersihkan ruang angkasa dari benda-benda yang tidak berfungsi. Proyek ini didanai oleh Uni Eropa melalui program EIC Pathfinder dengan total anggaran sebesar 4 juta euro, di mana sekitar 700.000 euro dialokasikan untuk kegiatan penelitian di Würzburg.

Sampah antariksa yang terdiri dari satelit non-fungsional, bagian roket, serta pecahan akibat tabrakan, semakin mengkhawatirkan dengan lebih dari 50.000 objek berukuran minimal 10 sentimeter yang mengambang di luar angkasa. Keberadaan benda-benda ini berpotensi membahayakan operasional satelit aktif, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang telah beberapa kali mengalami risiko akibat sampah tersebut.

Dalam proyek ini, para peneliti mengembangkan permukaan khusus yang terinspirasi dari kaki cicak menggunakan silikon dengan struktur mikro. Permukaan ini dirancang untuk dapat menempel pada satelit yang tidak dapat dikendalikan saat berada dalam kecepatan dan sudut yang tepat. Mekanisme ini memanfaatkan gaya van der Waals sehingga memungkinkan satelit pengejar untuk membantu mengubah orbit objek sampah agar bisa terbakar saat masuk kembali ke atmosfir atau dipindahkan ke orbit yang aman.

Saat ini, tim peneliti juga sedang mengembangkan sistem panduan dan navigasi untuk memungkinkan satelit mendekati dan menempel pada objek yang bergerak. Mereka juga mempertimbangkan penggunaan tali sebagai alternatif jika metode docking langsung tidak memungkinkan. Prototipe mekanisme docking diharapkan dapat selesai pada akhir periode pendanaan tiga tahun, dengan penggunaan teknologi ini diperkirakan sekitar sepuluh tahun ke depan.

Baca Juga  Pelayanan Teman Bus Akan Tetap Gratis Hingga April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *