Menteri ATR Usulkan Kota Satelit untuk Selesaikan Masalah Perumahan

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Indonesia berencana membangun kota satelit sebagai solusi untuk mengatasi backlog perumahan. Hal ini dinyatakan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nusron Wahid di Jakarta pada Selasa. Ia menyebutkan bahwa langkah ini akan melibatkan penciptaan ‘kantong-kantong kota baru’ yang tidak hanya terdiri dari hunian vertikal, tetapi juga perumahan tradisional.

Kementerian ATR/BPN telah menyiapkan data lahan yang diperlukan untuk pembangunan kota satelit yang akan tersebar di berbagai wilayah, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan. Nusron juga menyampaikan bahwa terdapat tiga provinsi baru yang dalam proses pengusulan, yaitu Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, meskipun masih dalam tahap verifikasi.

Luas lahan yang akan digunakan untuk masing-masing kota satelit diperkirakan minimal sekitar 200 hektare, dan semua lahan tersebut merupakan milik negara. Nusron menambahkan bahwa lahan yang didapatkan sebelumnya dengan Hak Guna Bangunan yang tidak diperpanjang akan dialokasikan untuk proyek ini.

Selanjutnya, kebijakan ini menunjukkan dukungan pemerintah terhadap Program Strategis Nasional (PSN), terutama dalam menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa ketersediaan lahan adalah faktor kunci keberhasilan proyek ini. Kementerian ATR/BPN telah mengidentifikasi lebih dari 129.000 hektare lahan potensial di seluruh Indonesia, yang diharapkan akan berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan perumahan.

Baca Juga  Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri Saat Kasus Korupsi Berlanjut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *