IHSG Berpotensi Volatil akibat Kekhawatiran Investor AS-Iran

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami pergerakan volatil pada Selasa ini. Hal ini disebabkan oleh sikap investor yang cenderung menghindari aset berisiko, sehubungan dengan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. IHSG dibuka menguat 19,92 poin atau 0,33 persen ke angka 6.057,76. Pada saat bersamaan, Indeks LQ45 yang mencakup 45 saham unggulan juga mencatatkan kenaikan sebesar 0,12 persen ke posisi 603,11.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, menyatakan bahwa IHSG berpotensi melemah terbatas, dengan batas support dan resistance di angka 6.000 hingga 6.220. Penyebab utama dari ketidakpastian ini adalah pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyatakan bahwa negara tersebut akan mengunci Selat Hormuz dan mulai memblokir kapal dari Iran mulai 14 Juli 2026.

Kebijakan tersebut menimbulkan ekspektasi buruk mengenai negosiasi perdamaian antara kedua negara. Meskipun kapal-kapal dari negara lain dapat melintas, Trump mengharuskan adanya tarif 20 persen untuk semua kargo yang akan dikirim. Ini berpotensi meningkatkan harga minyak dan memicu kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, bank sentral AS.

Di sisi domestik, S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,1 persen pada tahun 2026. Hal ini didorong oleh investasi dalam program hilirisasi dan pengelolaan sumber daya. Analisis dari Nico menyoroti bahwa penilaian positif S&P dapat berfungsi sebagai katalis bagi pasar saham dan obligasi Indonesia, meskipun tetap bergantung pada kebijakan suku bunga Bank Indonesia dan kondisi ekonomi global.

Pasar saham regional juga menunjukkan pergerakan variatif, dengan beberapa bursa utama, seperti Eropa dan Wall Street, mengalami pelemahan. Sementara itu, bursa Asia pagi ini mencatatkan beragam pergerakan indeks.

Baca Juga  Suasana Stasiun Gambir Menjelang Lebaran 2026, Pemudik Ramai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *