Gubernur Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Pasca-Gempa NTT

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 dengan magnitudo 7,7 telah meninggalkan dampak serius terhadap perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT). Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengungkapkan urgensi strategi pemulihan ekonomi dalam masa tanggap darurat ini. Dalam rapat koordinasi di Kupang, Melki menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur serta terganggunya aktivitas pasar hanya memperburuk keadaan.

Disebutkan bahwa bencana ini berdampak pada jalur logistik dan lahan pertanian, yang merupakan motor penggerak ekonomi di wilayah tersebut. Dengan terputusnya akses, rantai pasok menjadi terganggu, yang pada gilirannya memengaruhi stabilitas harga di NTT. Pada Agustus 2026, inflasi tercatat sebesar 2,59 persen, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya, namun masih berada dalam target yang ditetapkan.

Melki juga mengidentifikasi dua tantangan utama, yaitu potensi inflasi yang meningkat dan perlambatan pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan perlunya menjaga kelancaran distribusi barang dan ketersediaan komoditas pangan untuk menghindari kelangkaan yang semakin parah. Pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan II 2026 mencapai 5,01 persen, dengan sektor akomodasi dan makanan mengalami pertumbuhan signifikan.

Gubernur menekankan pentingnya rehabilitasi dan rekonstruksi yang cepat agar target pertumbuhan ekonomi, yang diproyeksikan antara 4,9 hingga 5,1 persen, dapat tercapai. Kerjasama semua pihak sangat diperlukan agar dampak negatif dari bencana ini tidak berkepanjangan dan dapat memulihkan kondisi ekonomi NTT ke lintasan yang positif.

Baca Juga  Yogyakarta Siap Gelar Event Disabilitas Nasional, Sasaran 1.000 Anak Tunarungu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *