Bulog Rencanakan Salurkan 828 Ribu Ton Beras SPHP di 2026

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) beras akan dilaksanakan sepanjang tahun 2026 dengan target penyaluran sebanyak 828 ribu ton, menurut Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga beras di seluruh Indonesia.

Rizal menjelaskan bahwa penyaluran beras ini merujuk pada Surat Kepala Badan Pangan Nasional yang dikeluarkan pada 11 Februari 2026, yang menetapkan jumlah tersebut sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah (CPP) tahun ini. Sebagai langkah konkret, Bulog akan menyalurkan beras langsung ke pasar rakyat, sehingga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Selain pasar rakyat, penyaluran juga dilakukan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, yang menjamin pasokan beras SPHP dan premium secara berkelanjutan. Bulog berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian dan pemerintah daerah, dalam gerakan pangan murah (GPM) untuk mengurangi beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Distribusi beras mencakup hampir 80 ribu titik, termasuk outlet pemerintah daerah dan jaringan rumah pangan. Penyaluran dilakukan dalam kemasan 5 kilogram, dengan kualitas beras medium, serta tersedia dalam kemasan 2 kilogram. Harga jual beras mengikuti harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp12.500 hingga Rp13.500 per kilogram, tergantung zona.

Penyaluran program stabilisasi beras tahun ini menerapkan pola yang berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, dengan distribusi dilakukan sepanjang tahun tanpa jeda. Meski demikian, target penyaluran beras mengalami penurunan dari 1,5 juta ton di 2025 menjadi 828 ribu ton di 2026. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian kebutuhan dan belum dilaksanakannya penyaluran secara optimal di awal tahun.

Baca Juga  Menhub: Perbaikan Infrastruktur Akibat Demo Berlanjut di Seluruh Daerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *