BKHIT Maluku Perhatikan Kualitas Tuna untuk Daya Saing Ekspor

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Maluku meningkatkan pengawasan terhadap produk tuna dari wilayah tersebut untuk memastikan kualitas dan keamanan pangan sebelum memasuki pasar ekspor internasional. Kepala BKHIT Maluku, Willy Indra Yunan, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk meningkatkan daya saing produk tuna, baik frozen maupun fresh, di pasar global.

Pengawasan dilakukan melalui kegiatan monitoring dan surveilan yang berfokus pada penerapan Cara Karantina Ikan yang Baik (CKIB). Willy menjelaskan bahwa prosedur ini penting untuk menjaga standar kualitas, sistem biosekuriti, serta mencegah penyebaran Hama dan Penyakit Ikan Karantina (HPIK). Tim Inspektur Karantina melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, sistem manajemen mutu, dokumen pendukung, dan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan oleh perusahaan.

Lebih lanjut, Willy menekankan bahwa penerapan CKIB tidak hanya memastikan pengendalian penyakit, tetapi juga menjamin kualitas produk sebelum dipasarkan secara nasional maupun internasional. Pada tahun 2025, nilai ekspor perikanan Provinsi Maluku diperkirakan mencapai 54,30 juta dolar AS, naik dari 44,79 juta dolar AS di tahun sebelumnya. Komoditas tuna, terutama Frozen Yellowfin Tuna Loin dan produk olahan lainnya, menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar kedua setelah udang vanamei.

Negara-negara seperti Amerika Serikat, China, Jepang, dan Vietnam merupakan tujuan utama ekspor tuna Maluku. Willy menegaskan pentingnya kerjasama antara BKHIT dan pelaku usaha perikanan untuk terus memperkuat sistem jaminan mutu, memperluas akses pasar ekspor, dan meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap pertumbuhan ekonomi serta perolehan devisa negara.

Baca Juga  Iran Siap Menghadapi Aksi Protes Melawan Pemerintah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *