Anak Muda Tertarik Pinjol dan PayLater, Ini 5 Alasannya

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Tingkat penggunaan pinjaman online (pinjol) dan layanan “buy now pay later” (BNPL) di kalangan anak muda Indonesia semakin meningkat. Berdasarkan survei nasional oleh Muda Bicara ID pada Maret 2026, sekitar 59,38 persen responden berusia 17 hingga 40 tahun melaporkan pernah memanfaatkan layanan ini untuk membeli barang. Angka tersebut menunjukkan kecenderungan yang kuat terhadap pengambilan pinjaman digital, meskipun ada ketidaksesuaian dalam sumber data yang mencerminkan angka berbeda sebelumnya.

Data yang dihimpun oleh Jakpat juga menunjukkan bahwa 31 persen responden menggunakan sistem “paylater,” sedangkan 11 persen memanfaatkan pinjol. Gen Z terutama teridentifikasi sebagai kelompok yang lebih rentan menggunakan layanan keuangan digital saat menghadapi tekanan finansial. Beberapa faktor, seperti proses yang cepat dan akses mudah, menjadi alasan utama bagi anak muda untuk memilih pinjaman ini.

Banyak pengguna menjelaskan bahwa pinjol dan “paylater” membantu memenuhi kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan atau pengeluaran mendadak. Meski ada kemudahan dalam memperoleh dana, survei juga menyoroti risiko yang menyertainya, seperti tumpukan cicilan yang dapat mengganggu arus kas bulanan.

Kerja sama antara lembaga keuangan digital dan masyarakat perlu diperkuat agar penggunaan layanan ini tidak berujung pada masalah utang. Ditambah lagi, OJK mencatat bahwa nilai pinjaman “paylater” sudah mencapai Rp31,56 triliun pada Juli 2026, menandakan relevansi layanan ini dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, penting bagi generasi muda untuk memahami risiko dan perencanaan finansial yang matang agar penggunaan pinjol dan “paylater” tidak berubah menjadi beban berat di masa depan.

Baca Juga  Subaru STI Listrik dan Hybrid Akan Diperkenalkan di Jepang 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *