Transformasi Petrosea Perkuat Peluang Reli Saham PTRO

ptro

14 April 2026 – Reli saham ptro kembali menjadi perhatian pasar setelah pergerakan saham PT Petrosea Tbk menanjak tajam dalam sepekan terakhir. Di tengah penguatan itu, investor melihat kombinasi kinerja keuangan 2025 yang solid, ekspansi bisnis, serta kontrak baru sebagai faktor yang memperkuat sentimen terhadap emiten jasa pertambangan ini. Kenaikan itu membuat PTRO kembali ramai dibicarakan di kalangan investor yang memburu saham dengan katalis laba dan kontrak.

Petrosea membukukan pendapatan US$886,46 juta pada 2025, naik 28,32% dibanding 2024. Laba bersih mencapai US$35,01 juta, sedangkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak 197,02% menjadi US$28,81 juta. Capaian ini menunjukkan perbaikan profitabilitas yang lebih tajam dibanding pertumbuhan pendapatan, sehingga pasar menilai transformasi bisnis perseroan mulai tercermin pada kinerja akhir tahun.

Dari sisi pengembangan usaha, perseroan terus menonjolkan diversifikasi dan perluasan basis klien, terutama di sektor pertambangan serta engineering, procurement, and construction. Manajemen juga menyebut kontribusi entitas baru seperti Grup HBS, Hafar, dan Scan-Bilt diharapkan memperluas sumber pendapatan sekaligus menopang target pertumbuhan laba bersih pada 2026.

Tambahan katalis juga datang dari kontrak baru. Pada akhir Maret 2026, konsorsium yang diikuti Petrosea menandatangani kontrak pekerjaan Onshore LNG Perimeter Construction Works untuk proyek Abadi Masela dengan estimasi nilai sekitar Rp989,18 miliar dan durasi 36 bulan. Sebelumnya, kontrak jasa pertambangan dengan PT Pasir Bara Prima juga disebut bernilai US$1,08 miliar sepanjang umur tambang.

Sentimen itu tercermin pada pergerakan pasar. Dalam laporan perdagangan yang terbit hari ini, saham PTRO disebut telah melesat 35,14% dalam sepekan ke level Rp6.000 per saham, sementara investor asing pada 13 April tercatat melakukan beli bersih sekitar Rp135,1 miliar. Meski volatilitas masih perlu dicermati, kombinasi kinerja, diversifikasi, dan tambahan kontrak membuat PTRO tetap masuk radar pelaku pasar.

Baca Juga  Bank Mega Syariah Catat Pertumbuhan DPK Hingga Rp11 Triliun, Dorong Digitalisasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *