Flamingballofwreckage.net – Investasi alat berat senilai Rp5,2 triliun oleh LiuGong di Indonesia menjadi sorotan penting menyusul rencana pembanguan fasilitas manufaktur di Karawang. Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkapkan selamat kepada LiuGong atas pencapaian ini, yang akan menjadikan Indonesia sebagai basis manufaktur serta pusat ekspor bagi perusahaan tersebut.
Fasilitas ini berdiri di atas lahan 27 hektare dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 unit alat berat per tahun. Dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu, Anin menyampaikan bahwa investasi ini merupakan langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan alat berat di tengah percepatan hilirisasi dan industrialisasi di sektor mineral. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI dalam menarik investasi semacam ini.
Anin juga mengapresiasi kerjasama LiuGong dengan Universitas Gadjah Mada untuk pengembangan sumber daya manusia, menandakan komitmen perusahaan dalam investasi jangka panjang. “Investasi ini tidak hanya akan memperkuat kapasitas industri alat berat nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Anin menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha lokal dan investasi asing untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Ia optimis bahwa kehadiran LiuGong akan membuka lapangan kerja dan meningkatkan infrastruktur, memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional.
Anin berharap investasi ini dapat menginspirasi perusahaan-perusahaan Tiongkok lainnya untuk berinvestasi lebih banyak di Indonesia, demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. “Kerja sama ini harus sukses dan menjadi contoh bagi perusahaan lain,” tutup Anin.