Flamingballofwreckage.net – Kawasan Industri Weda Bay (IWIP) di Maluku Utara diakui sebagai lokasi strategis dalam pengembangan berkelanjutan industri nikel global oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengembangan Industri (UNIDO). Ciyong Zou, Managing Director UNIDO, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi IWIP pada Jumat lalu, menegaskan bahwa area ini memiliki kepentingan besar dalam keberlanjutan industri nikel.
UNIDO mengapresiasi para pelaku industri di IWIP yang telah menerapkan standar lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dengan baik. Manajemen IWIP menunjukkan komitmen kuat terhadap praktik berkelanjutan, dan UNIDO merasa bangga menjadi mitra dalam kerjasama ini melalui proyek teknis yang sudah berjalan di Indonesia.
IWIP ditetapkan sebagai proyek percontohan untuk pengelolaan nikel berkelanjutan melalui kerjasama dengan Tsingshan Holding Group dan UNIDO. Penetapan ini didasarkan pada Deklarasi Bersama tentang Pengembangan Berkelanjutan Rantai Industri Nikel yang ditandatangani di Riyadh, Arab Saudi, pada 24 November 2025.
Dengan kerjasama ini, pihak Tsingshan, UNIDO, dan IWIP menargetkan peningkatan pengelolaan kawasan industri, serta integrasi ESG ke dalam praktik mereka. Kevin He, Presiden Direktur IWIP, menyampaikan bahwa penetapan ini menjadi momen penting untuk memperkuat standar keberlanjutan.
Dengan dukungan pada prioritas nasional seperti hilirisasi dan peningkatan nilai tambah, IWIP berkomitmen untuk menjamin bahwa aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian integral dalam operasional, sehingga memungkinkan Indonesia berperan sebagai pemain kunci dalam rantai industri nikel berkelanjutan di tingkat global.