Flamingballofwreckage.net – Stok cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog kini tercatat mencapai 4,722 juta ton per 14 September 2026. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan penurunan dari 5,4 juta ton akibat penyaluran berbagai program pangan yang telah dilakukan sepanjang tahun ini.
Dalam penyaluran bantuan pangan, Bulog telah mendistribusikan beras bagi 33,2 juta keluarga penerima manfaat pada tahap pertama yang berlangsung pada Februari dan Maret dengan total kebutuhan mencapai 600 ribu ton. Bulog melanjutkan penyaluran tahap kedua dari Juli hingga September, yang hampir mencapai 1 juta ton. Setiap keluarga menerima bantuan beras sekitar 10 kilogram per bulan.
Rizal menambahkan bahwa penyaluran beras juga dilakukan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang telah mencapai sekitar 800 ribu ton sejak awal tahun hingga September. Tingginya tingkat penyaluran beras ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga beras di masyarakat.
Meski stok beras menurun, Bulog memastikan mutu cadangan beras tetap terjaga melalui sistem pengelolaan penyimpanan yang baik. Pihaknya mengawasi kondisi beras secara rutin, dengan pemeriksaan harian dan bulanan untuk memastikan kualitasnya tetap optimal. Untuk beras dengan mutu menurun, Bulog berencana mengalihkannya menjadi tepung beras, dengan total sekitar 380 ribu ton yang akan dimanfaatkan melalui mekanisme lelang.
Rizal menekankan pentingnya penyerapan gabah dan beras dari petani dalam negeri dengan harga yang sesuai untuk menjaga ketahanan pangan nasional. Bulog berkomitmen untuk terus melaksanakan tugas penyerapan ini sepanjang tahun guna memperkuat cadangan pangan nasional.