Flamingballofwreckage.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meningkatkan upayanya untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terkena dampak kekeringan di Jawa Tengah. Dalam rangka ini, kementerian telah menyiapkan 16 unit mobil tangki air dan 105 unit hidran umum yang akan didistribusikan ke berbagai daerah di provinsi tersebut.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengemukakan bahwa air merupakan elemen vital dalam pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan dengan cepat dan terencana agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi, serta produktivitas pertanian dapat terjaga. Dia menekankan pentingnya tindakan yang terkoordinasi mengingat kondisi lingkungan yang semakin berubah.
Distribusi sarana ini dilakukan melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Jawa Tengah, dengan kolaborasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Saat ini, sembilan unit mobil tangki air dan 12 hidran umum telah dikerahkan untuk membantu daerah-daerah yang mengalami kekeringan, termasuk Kabupaten Jepara, Sragen, Tegal, dan lainnya.
Dari total hidran yang ada, delapan unit dialokasikan di Banjarnegara dan dua unit di Cilacap. Di Banjarnegara sendiri, distribusi air mencakup 11 lokasi dengan total 669 kepala keluarga yang terdiri dari 4.638 jiwa, dan telah disuplai hingga 108.000 liter air.
Selaras dengan peningkatan kawasan terdampak kekeringan, yang menyentuh 24 kabupaten/kota dan berdampak pada sekitar 184.000 warga yang kesulitan mendapatkan air bersih, Kementerian PU berkomitmen untuk tetap berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua sarana air bersih dapat segera dikerahkan ke lokasi-lokasi yang membutuhkan selama periode ini.