Flamingballofwreckage.net – Michael Bambang Hartono, seorang pengusaha terkemuka di Indonesia, meninggal dunia pada Kamis, 19 Maret 2026, di Singapura pada usia 86 tahun. Kabar ini dikonfirmasi oleh manajemen Grup Djarum, perusahaan yang dikenal luas di industri rokok dan berbagai sektor lain. Ia bersama adiknya, Robert Budi Hartono, merupakan dua figur terkaya di Indonesia.
Michael lahir pada 2 Oktober 1939 sebagai putra dari Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Setelah mengalami tantangan besar, termasuk kebakaran pabrik pada 1963 dan kehilangan ayahnya, Michael bersama Budi berhasil membangun kembali perusahaan. Di bawah kepemimpinan mereka, Djarum berkembang menjadi produsen rokok kretek terbesar di Indonesia dan merambah pasar internasional.
Kekayaan Michael sebagian besar berasal dari kepemilikannya di PT Dwimuria Investama Andalan, yang mengendalikan 54,94 persen saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Menurut laporan, Michael memiliki sekitar 49 persen saham di perusahaan tersebut, yang totalnya diperkirakan mencapai US$18,9 miliar atau sekitar Rp337,8 triliun pada saat menjelang wafatnya.
Pasca kepergian Michael, perhatian tertuju pada warisannya, dengan empat anaknya menerima 49 persen kepemilikan di Dwimuria, diperkirakan bernilai sekitar US$11,72 miliar secara total. Namun, nilai tersebut bersifat estimasi dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.
Di luar bisnis, Michael juga dikenal sebagai pecinta olahraga bridge, bahkan meraih medali perunggu pada Asian Games 2018. Kepiawaiannya dalam berbisnis dan kontribusinya dalam berbagai sektor menjadikan Michael Bambang Hartono sebagai sosok yang sangat dihormati dalam dunia bisnis Indonesia. Setelah kepergiannya, masa depan Grup Djarum dan kekayaan keluarga Hartono memasuki babak baru dalam proses pewarisan.