Flamingballofwreckage.net – Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan kepada Satuan Tugas Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (Satgas EBTKE) untuk mempercepat transisi dari energi fosil ke sumber energi terbarukan, khususnya yang berbasis tenaga surya. Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya tantangan krisis energi, terutama di kawasan Asia Barat dan Timur Tengah.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, yang memimpin Satgas EBTKE, menjelaskan bahwa perintah Presiden bertujuan untuk mencari alternatif energi mengingat situasi geopolitik yang tidak menentu, termasuk di Selat Hormuz. Ia menekankan pentingnya diversifikasi sumber energi dalam rapat yang dihadiri oleh delapan menteri dan pemimpin Kementerian ESDM serta PT PLN.
Bahlil menyatakan bahwa satgas diharapkan dapat segera mengeksekusi rencana kerja, seperti menghentikan operasional pembangkit listrik yang masih menggunakan bahan bakar fosil, termasuk pembangkit listrik tenaga diesel dan uap. Targetnya, transisi ke energi terbarukan dapat mulai dilakukan pada Hari Raya Idulfitri mendatang, yang jatuh minggu depan.
“Dalam situasi perang yang sedang berlangsung, kita perlu memastikan ketersediaan energi jangka panjang dengan memanfaatkan potensi energi dalam negeri,” ujarnya. Namun, Bahlil juga menegaskan bahwa pemerintah akan menunggu penyelesaian infrastruktur pembangkit listrik baru sebelum menutup pembangkit berbasis fosil.
“Proses ini harus dilakukan secara paralel; setelah infrastruktur siap, langsung bisa dioperasikan,” tambahnya. Penandaan tanggal operasi komersial (COD) menjadi langkah penting dalam memastikan bahwa pembangkit listrik terbarukan dapat segera berfungsi dan mendukung kebutuhan energi nasional.