Flamingballofwreckage.net – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) telah memulai eksekusi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 4 yang terletak di Sumatera Selatan, dengan kapasitas 55 megawatt (MW). Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk mendukung transisi energi bersih nasional.
Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa proyek ini menandai langkah penting dalam perkembangan energi terbarukan di Indonesia. Dimulai dengan pembangunan infrastruktur dan pengeboran sumur eksplorasi, proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2027. Dalam fase awal, tiga sumur eksplorasi akan dibor dengan investasi sekitar 32,21 juta dolar AS.
PGE berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas energi bersih yang dapat diandalkan, sekaligus mendukung target bauran energi nasional dan pencapaian Net Zero Emissions. Hal ini sejalan dengan strategi perusahaan untuk memperkuat kontribusi Indonesia dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
WKP Lumut Balai, yang mencakup area sumber daya panas bumi seluas 22 hingga 66 km², menunjukkan potensi yang signifikan. Studi geosains menyimpulkan bahwa cadangan yang ada cukup untuk mendukung tambahan kapasitas 55 MW di Unit 4. Proyek ini diharapkan dapat beroperasi penuh pada tahun 2032, meningkatkan total kapasitas PGE di daerah tersebut menjadi 220 MW.
Dukungan kebijakan nasional dan kebutuhan listrik di Sumatera Selatan yang diperkirakan tumbuh 6,072 persen per tahun menjadi faktor pendorong bagi keberhasilan proyek ini. Dengan kombinasi aspek teknis dan komersial yang kuat, PGE optimis bahwa pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 4 akan meningkatkan ketahanan energi nasional dan menyediakan energi bersih yang berkelanjutan.