Petani Beralih ke LPG Melon untuk Hemat Bahan Bakar Pompa Air

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Petani di Kabupaten Majalengka, terutama di Kecamatan Kertajati, mengambil langkah inovatif untuk mengatasi krisis air di musim kemarau dengan beralih menggunakan gas elpiji 3 kilogram sebagai bahan bakar mesin pompa air. Inisiatif ini terbukti menghemat biaya operasional hingga lebih dari 80%.

Engkus Kusnadi, seorang petani setempat, menjelaskan bahwa selama musim kemarau, saluran irigasi mengalami penurunan debit air, memaksa mereka untuk menggunakan mesin pompa air. Sebelumnya, biaya untuk bahan bakar pertalite mencapai sekitar Rp264.000 per hari, yang banyak memberatkan bagi para petani. Dengan memodifikasi mesin pompa agar dapat menggunakan gas elpiji, mereka kini hanya memerlukan sekitar Rp33.000 per hari.

Satu tabung gas elpiji dapat digunakan selama 18 jam, dan dengan penggunaan sehari penuh, hanya dibutuhkan 1,5 tabung. Penghematan yang diperoleh mencapai Rp231.000 setiap hari, memberikan bantuan besar bagi petani untuk mempertahankan kestabilan pertumbuhan tanaman padi mereka. Engkus menekankan bahwa efisiensi biaya ini memungkinkan petani tetap menjalankan pompa air guna mencegah kekeringan yang dapat memicu gagal panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP4) Kabupaten Majalengka, Gatot Sulaeman, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan daerah-daerah terdampak kekeringan. Dengan lebih dari 5.258 hektare tanaman padi yang terancam di Kecamatan Kertajati, langkah-langkah proaktif diperlukan untuk menjamin keberlangsungan pertanian. Gatot juga mengajak para petani untuk berkoordinasi dengan penyuluh pertanian guna mengoptimalkan penggunaan sumber air yang tersedia dan mempertahankan produktivitas tanaman di tengah kondisi cuaca ekstrem ini.

Baca Juga  Gunung Lewotolok Erupsi Lagi, Semburkan Abu Hingga 500 Meter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *