Outlook Fitch Ratings Direvisi, Pertanda Masalah Fiskal

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Revisi prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif oleh Fitch Ratings telah menciptakan keprihatinan di kalangan anggota Komisi XI DPR RI, Marwan Jafar. Ia mendesak pemerintah untuk segera merombak kebijakan ekonomi agar dapat menghindari potensi pelarian modal dan membengkaknya beban bunga utang negara. Marwan menekankan bahwa status baru ini lebih dari sekadar angka, namun merupakan sinyal bagi kredibilitas fiskal Indonesia di kancah global.

Marwan menyatakan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan saat ini. Ia mengingatkan bahwa stabilitas kebijakan sangat krusial; jika kepercayaan investor menurun, biaya pinjaman negara akan meningkat dan pembayaran bunga utang dapat menggerogoti ruang fiskal yang ada. Pada Sabtu (7/3), ia menjelaskan, “Jika situasi ini tidak segera ditangani, dampak negatif akan dirasakan terutama di pasar keuangan.”

Fitch memproyeksikan bahwa defisit anggaran Indonesia pada 2026 dapat mencapai 2,9% dari PDB, melebihi target pemerintah yang ditetapkan pada angka 2,7%. Penurunan proyeksi tersebut disebabkan oleh melambatnya penerimaan negara dan peningkatan belanja sosial, terutama program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menyerap hingga 1,3% dari PDB.

Marwan menegaskan agar program-program populis tidak mengorbankan disiplin fiskal yang telah terjaga. Ia memperingatkan bahwa kegagalan pemerintah dalam merespons sinyal negatif ini dapat memicu peningkatan volatilitas nilai tukar dan penurunan investasi asing di sektor riil. Ia mendorong kolaborasi lebih erat antara kebijakan fiskal Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter Bank Indonesia untuk menjaga kepercayaan di pasar.

“Ikhtiarkan agar setiap rupiah yang dibelanjakan dapat terukur dan tidak merusak kesehatan APBN,” tutup Marwan.

Baca Juga  ASDP Tingkatkan Konektivitas Telaga Punggur dan Tanjung Uban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *