Menteri ATR Dorong Pemda Percepat Integrasi LP2B dalam Tata Ruang

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) menjadi topik penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional. Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menekankan pentingnya integrasi LP2B ke dalam dokumen Rencana Tata Ruang (RTR) di seluruh daerah. Dalam keterangannya di Jakarta, dia meminta dukungan penuh dari para gubernur, bupati, dan wali kota untuk mempercepat proses ini.

Saat ini, data LP2B secara nasional telah mencapai 87,63% dari Lahan Baku Sawah (LBS) seluas 1,2 juta hektare, melampaui target yang ditetapkan. Hal ini sebagai hasil dari pengusulan pemerintah daerah. Dari berbagai regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, pemerintah menargetkan penetapan LP2B minimal 87% pada tahun 2029. Target bertahap juga dicanangkan, dengan 78% pada 2026, 81% pada 2027, dan 84% pada 2028.

Nusron menegaskan bahwa integrasi ini merupakan bagian integral dari pengembangan tata ruang agar tercipta pemanfaatan ruang yang berkelanjutan dan memberikan kepastian bagi masyarakat dan kalangan usaha. “Setiap pembangunan harus mengacu kepada RTR untuk memastikan keteraturan dan ketersediaan lahan pertanian,” ujarnya. Melalui langkah-langkah ini, pemerintah berharap dapat lebih meningkatkan ketahanan pangan serta memitigasi alih fungsi lahan yang dapat berdampak negatif pada hasil pertanian.

Baca Juga  Freelander Kembali Hadir Sebagai Merek NEV Chery-JLR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *