Menaker: Program Magang Nasional Bukan Untuk Pengganti Pekerja

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan bahwa Program Pemagangan Nasional dirancang untuk meningkatkan kompetensi peserta, bukan untuk menggantikan pekerja yang sudah ada. Pernyataan ini disampaikan saat acara Kick Off Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan 2 di Jakarta pada Rabu lalu.

Yassierli mengakui adanya kekhawatiran dari masyarakat bahwa perusahaan dapat memanfaatkan peserta magang sebagai pengganti pekerja tetap, namun ia memastikan bahwa setiap program magang hanya berlangsung selama enam bulan. Menurutnya, masa itu tidak cukup bagi peserta untuk menggantikan posisi pekerja yang ada. “Perusahaan harus memberikan pelatihan kepada peserta, dan jika terus menggunakan tenaga magang, mereka harus siap untuk mengajarkan kembali setiap enam bulan,” ujarnya.

Untuk mencegah pemanfaatan peserta magang sebagai pengganti pekerja, kementerian telah menetapkan sejumlah ketentuan. Peserta magang dilarang untuk bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan, menjalani shift malam, dan menangani pekerjaan yang tidak sesuai dengan skema pemagangan. “Kami akan melakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan program ini berfokus pada peningkatan keterampilan peserta,” tambahnya.

Hingga saat ini, Kemnaker mencatat bahwa hampir setengah dari 60 ribu peserta Program Magang Nasional 2025 berhasil terserap dalam dunia kerja setelah menyelesaikan pelatihan selama tiga bulan. Program ini akan berlanjut pada tahun 2026 dengan target total peserta mencapai 150 ribu orang, melalui tiga batch. Pada Batch 1, sebanyak 46 ribu peserta mengikuti program ini, sementara Batch 2 melibatkan 40.962 peserta yang lolos seleksi.

Baca Juga  Uni Afrika Beri Sanksi atas Serangan Houthi di Laut Merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *