Flamingballofwreckage.net – Harga minyak dunia mengalami penurunan signifikan lebih dari 8% pada perdagangan Kamis (5/11/2026), seiring dengan kekalahan besar yang dialami Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu di Amerika Serikat. Hasil pemilu ini, yang memungkinkan Partai Demokrat menguasai kedua kamar Kongres, memunculkan spekulasi terkait meningkatnya tekanan politik terhadap mantan Presiden Donald Trump untuk menyelesaikan konflik dengan Iran.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan melalui media sosial bahwa salah satu penyebab kekalahan tersebut adalah situasi perang. “Alasan kita kalah adalah perang,” ungkap Vance, menegaskan bahwa konflik dengan Iran merupakan faktor yang berkontribusi terhadap hasil pemilihan yang mengecewakan bagi Partai Republik. Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Trump juga menegaskan bahwa tidak ada rencana segera untuk melancarkan serangan terhadap Iran.
Di pasar minyak, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan sebesar USD7,97 atau 8,3%, sehingga menjadi USD88,12 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah Brent yang dijadikan acuan global jatuh USD8,98 atau 8,7%, menjadi USD94,62 per barel. Kedua jenis minyak tersebut mencatatkan penutupan terendah sejak akhir Agustus lalu.
Pergerakan harga minyak ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak politik dalam negeri AS dan kebijakan luar negeri terkait konflik yang berkepanjangan dengan Iran. Penurunan ini kemungkinan akan berlanjut jika ketidakpastian politik tidak segera teratasi. Melihat kondisi ini, pasar akan terus memantau perkembangan mengenai arah kebijakan Selanjutnya dari pemerintahan AS yang baru.