Flamingballofwreckage.net – Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 yang berlangsung dari 10 hingga 16 Desember lalu menunjukkan perubahan signifikan dalam perilaku belanja konsumen. Fitur belanja langsung, atau live shopping, menjadi semakin diminati, dengan 80% konsumen berpartisipasi dalam metode ini. Keunggulan live shopping terletak pada kemampuannya menyediakan ulasan produk secara interaktif, yang membuat pengalaman belanja semakin menarik.
Di sisi lain, fitur permainan seperti pengumpulan poin dan kenaikan peringkat hanya menarik minat 31% konsumen, sementara hanya 7% yang memilih fitur lelang. Ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih pengalaman berbelanja yang menawarkan interaktivitas langsung dibandingkan dengan metode gamifikasi.
Promosi melalui afiliator juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 54% konsumen melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan oleh afiliator di platform media sosial, seperti Instagram Story, TikTok Post, Facebook, dan YouTube Shorts. Jumlah ini mencerminkan pergeseran strategi promosi di era digital saat ini.
Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan harapannya bahwa kombinasi program belanja ini dapat meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat. Ia menyatakan bahwa pelaku usaha didorong untuk memanfaatkan momentum ini guna mengembangkan skala usaha dan memperluas jangkauan pasar di tengah persaingan yang semakin ketat dalam ekosistem perdagangan elektronik.
Total transaksi selama Harbolnas 2025 tercatat mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp33-34 triliun. Capaian ini juga menunjukkan kenaikan 17% dibandingkan dengan transaksi Harbolnas 2024 yang sebesar Rp31,2 triliun, menegaskan tren pertumbuhan dalam sektor belanja daring di Indonesia.