Flamingballofwreckage.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa program misi dagang ke-27 ke Aceh telah menghasilkan transaksi mencapai lebih dari Rp1 triliun. Angka tersebut diperoleh hingga pukul 14.00 WIB pada hari Senin, dan menunjukkan potensi besar dari kolaborasi ekonomi antara kedua daerah.
Misi dagang tersebut berlangsung di Kota Banda Aceh dan melibatkan pertemuan antara 149 pelaku usaha dari Jawa Timur dan Aceh. Berbagai produk unggulan dari sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dipamerkan, termasuk kriya, kuliner, pakaian, dan kerajinan tangan yang khas masing-masing daerah. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemasaran produk, tetapi juga mencakup kerja sama dalam bidang bisnis dan investasi.
Kesepahaman yang ditandatangani antara Pemerintah Jawa Timur dan Aceh meliputi beragam sektor mulai dari pertanian, perikanan, hingga industri fesyen. Penandatanganan kerja sama ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan pelaku usaha dari kedua provinsi, menunjukkan sinergi yang kuat dalam pengembangan ekonomi lokal.
Khofifah menyampaikan bahwa dalam misi dagang ini, pihaknya melakukan proses kurasi produk dua kali dan menjalani bisnis matching setidaknya lima kali. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan meningkatkan daya saing UMKM di kawasan tersebut.
Dengan keberhasilan transaksi yang signifikan, misi dagang ini menjadi langkah penting dalam memperluas pasar produk lokal, serta menciptakan peluang baru bagi pengembangan investasi di Jawa Timur dan Aceh.