Flamingballofwreckage.net – Israel kembali melanggar gencatan senjata dengan melakukan bombardir di Lebanon selatan pada hari Jumat dan Sabtu, yang menewaskan sepuluh orang. Serangan tersebut terjadi meskipun Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru saja mengumumkan perpanjangan gencatan senjata selama tiga minggu antara kedua negara dalam pertemuan di Washington.
Dari informasi yang dihimpun, enam orang tewas dalam serangan udara pada Jumat, sedangkan empat lainnya tewas pada Sabtu. Serangan terakhir menargetkan sebuah truk dan sepeda motor di kota Yahmar al-Shaqif, distrik Nabatieh. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang lainnya mengalami cedera akibat serangan tersebut.
Meskipun adanya pengumuman dari Trump yang menyatakan pertemuan berjalan lancar dan menawarkan dukungan AS untuk keamanan Lebanon, tindakan militer Israel menunjukkan eskalasi yang signifikan. Selain itu, pasukan Israel juga dilaporkan melakukan ledakan di kota Khiam dan melepaskan tembakan senapan mesin ke daerah pinggiran Marwahin menjelang fajar.
Keputusan Israel untuk melanjutkan serangan ini menciptakan ketegangan baru di kawasan yang sudah rentan, mengingat banyaknya korban jiwa dan dampak sosial yang ditimbulkan. Situasi ini diharapkan mendapat perhatian masyarakat internasional, terutama dalam upaya menuju penyelesaian yang damai.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan kompleksitas gejolak di wilayah tersebut, yang konsisten menjadi tantangan bagi stabilitas regional dan tantangan bagi diplomasi internasional. Pemerintah Lebanon menyatakan keprihatinan mendalam atas serangan ini dan mendesak penghentian kekerasan agar stabilitas dapat terjalin kembali.