Flamingballofwreckage.net – Iran menunjukkan kesiapan untuk menghadapi konflik yang dianggapnya sebagai Perang Jilid II, dengan memperkuat alat pertahanan dan memobilisasi sumber daya. Kementerian Pertahanan Iran mengungkapkan bahwa negara tersebut memiliki ribuan rudal yang siap digunakan, serta memproduksi lebih dari 1.000 jenis senjata di dalam negeri.
Menurut Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik, juru bicara Kementerian Pertahanan, Iran terus meningkatkan pertahanan meskipun menghadapi tekanan dari agresi ilegal yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini disampaikan menyusul pertempuran intensif yang berlangsung hingga awal bulan April. Talaei-Nik menegaskan bahwa Angkatan Bersenjata Iran berhasil mempertahankan dominasi di wilayah udara, serta terus berproduksi meskipun beberapa fasilitas mungkin mengalami kerusakan.
Lebih dari 9.000 perusahaan berkolaborasi dengan Angkatan Bersenjata dan Kementerian Pertahanan dalam proses ini, yang merupakan hasil dari investasi dan persiapan selama lebih dari 25 tahun di bidang industri pertahanan. Kini, Iran tidak hanya siap secara militer tetapi juga memiliki jalur produksi senjata yang sepenuhnya bergantung pada kemampuan dalam negeri.
Lebih lanjut, Iran menerapkan strategi penutupan Selat Hormuz, yang menjadi kunci dalam tuntutan nasionalnya. Talaei-Nik menyatakan bahwa penutupan jalur laut itu dilakukan sebagai respons terhadap blokade ilegal yang diberlakukan oleh Amerika Serikat. Tindakan ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menunjukkan kontrol dan kekuatan Iran di kawasan.
Dengan semua persiapan ini, Iran ingin memastikan bahwa mereka tidak terjebak dalam tipu muslihat dan permainan politik yang dimainkan oleh kekuatan asing, tetap waspada dan siap menghadapi potensi konflik yang lebih besar di masa depan.