IHSG Turun Mengikuti Pergerakan Bursa Asia yang Melemah

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penutupan yang melemah pada Selasa sore, 29 September 2026, turun sebesar 26,16 poin atau 0,43 persen menjadi 6.121,70. Penurunan ini sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia yang juga mengalami penurunan serupa.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menilai bahwa IHSG sempat menyentuh level terendah 6.013 sebelum mengalami rebound yang didorong oleh volume beli yang meningkat. Ia memprediksi IHSG akan menghadapi konsolidasi di kisaran 6.050 hingga 6.200 pada perdagangan Rabu besok.

Pelemahan global yang melanda IHSG sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran inflasi akibat lonjakan harga energi dan besarnya utang perusahaan yang digunakan untuk mendanai proyek infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Ditambah, sinyal kelanjutan penyesuaian suku bunga oleh The Fed juga memicu aksi jual besar-besaran pada obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Investor diharapkan mengawasi beberapa data penting dari AS yang akan dirilis pekan ini, termasuk indeks Price Consumer Index (PCE), yang menjadi indikator inflasi untuk kebijakan moneter The Fed. Data ketenagakerjaan, termasuk survei Job Openings and Labor Turnover (JOLTS) dan laporan NonFarm Payrolls (NFP), juga akan menjadi perhatian.

Di sisi lain, DPR telah menetapkan RUU APBN 2027 dengan defisit fiskal tetap pada angka Rp671,16 triliun. Meskipun IHSG mengalami penurunan, frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,78 juta kali dengan total transaksi mencapai Rp13,13 triliun, menunjukkan minat tetap dari pelaku pasar. Menariknya, di sektor-sektor yang ada, semua sektor melawan tren dengan penurunan, terutama sektor teknologi dan properti.

Baca Juga  Saudi Aramco Jual 4 Juta Barel Minyak ke China Lewat Fujairah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *