Harga Minyak Melonjak Tinggi Akibat Krisis di Iran

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Harga minyak global menunjukkan tren peningkatan pada perdagangan Selasa, 13 Januari 2026, dengan Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai level tertinggi dalam dua bulan. Kenaikan harga ini seiring dengan kekhawatiran tentang potensi gangguan pasokan yang berasal dari Iran, yang saat ini tengah menghadapi demonstrasi anti-pemerintah yang paling signifikan sejak Revolusi Islam 1979.

Dalam data perdagangan, harga minyak mentah Brent mencatatkan kenaikan sebesar 28 sen atau 0,4%, menjadi USD64,15 per barel. Sementara itu, WTI juga mengalami penguatan sebesar 28 sen atau 0,5%, mencapai USD59,78 per barel. Ini adalah nilai tertinggi yang dicatat sejak 8 Desember tahun lalu. Selama sepekan terakhir, Brent naik dari USD59,96 per barel ke hampir USD64, mencerminkan munculnya ekspektasi baru di pasar terkait risiko pasokan global.

Iran, sebagai salah satu produsen minyak utama dalam OPEC, kini terjebak dalam gelombang protes nasional yang disebut sebagai tantangan terbesar bagi pemerintahan saat ini. Laporan dari CNN menyatakan bahwa lebih dari 500 demonstran telah kehilangan nyawa, dan hampir 10.700 orang ditangkap selama tiga minggu aksi protes berlangsung.

Kondisi ini memperburuk situasi pasar energi global, di mana lonjakan harga tidak hanya dipicu oleh kekacauan domestik di Iran, tetapi juga oleh ketidakpastian terkait rencana kembalinya ekspor minyak dari Venezuela. Pasar kini harus menghadapi risiko lebih lanjut terkait ketidakstabilan regional, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi ketersediaan dan harga minyak secara global.

Baca Juga  Doa Buka Puasa untuk Senin Kamis dalam Bahasa Arab dan Latin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *