Flamingballofwreckage.net – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) mengonfirmasi bahwa harga LPG bersubsidi, khususnya LPG 3 kg, tetap tidak mengalami perubahan meskipun terdapat pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menegaskan hal ini saat ditemui di kantor KESDM di Jakarta pada Senin, 18 Juni 2023.
Menurut Laode, meski nilai tukar rupiah mengalami penurunan 33 poin menjadi Rp17.630 per dolar AS dari Rp17.597 sebelumnya, harga LPG bersubsidi dan BBM tidak akan berubah hingga akhir tahun 2026. “Belum ada perubahan, harga LPG subsidi tetap,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya juga telah mengumumkan bahwa mekanisme impor LPG dan minyak terus berlangsung meski menghadapi tantangan akibat pelemahan kurs rupiah. Laode menekankan bahwa keputusan ini mengikuti kebijakan yang telah dibuat untuk menjaga stabilitas harga.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa pelemahan rupiah dipengaruhi oleh hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping yang tidak menghasilkan solusi signifikan terkait perang AS-Iran. Hal ini mengakibatkan sentimen pasar global yang “risk off,” di mana banyak aset seperti saham dan mata uang mengalami penjualan besar-besaran.
Leong memperkirakan, dengan kondisi pasar saat ini, nilai tukar rupiah akan berkisar antara Rp17.550 hingga Rp17.650 per dolar AS. Hal ini mencerminkan ketidakpastian yang berkembang di pasar global serta dampaknya terhadap ekonomi domestik. Keputusan KESDM untuk tidak mengubah harga LPG bersubsidi diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.