Flamingballofwreckage.net – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengungkapkan bahwa provinsi ini mengalami surplus hewan kurban yang memungkinkan pengiriman ke daerah lain. Dalam kunjungannya ke sentra peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu lalu, ia menyatakan bahwa populasi hewan kurban yang melimpah menjadi faktor pendukung kesiapan stok.
Khofifah menjelaskan bahwa Jawa Timur kini menempati posisi teratas secara nasional dalam hal populasi ternak, yang diperlihatkan dengan kondisi sapi yang sehat dan berat mencapai lebih dari satu ton. Proyeksi kebutuhan hewan kurban di wilayah ini untuk tahun 2026 mencapai 427.060 ekor, yang terdiri dari 70.550 sapi, 297.900 kambing, 58.600 domba, serta 10 kerbau.
Lebih lanjut, Gubernur Khofifah menyatakan bahwa ketersediaan hewan kurban jauh melampaui proyeksi kebutuhan, dengan jumlah sapi yang tersedia mencapai 629.119 ekor. Dengan demikian, terjadi surplus sebanyak 558.569 ekor. Khofifah menegaskan, kondisi ini menegaskan bahwa Jawa Timur sangat siap untuk memasok kebutuhan hewan kurban tidak hanya untuk daerahnya sendiri tetapi juga untuk provinsi lain.
Surplus ini menunjukkan kekuatan sektor peternakan di Jawa Timur, yang merupakan salah satu pasokan utama hewan kurban di Indonesia. Gubernur berharap kondisi ini akan terus terjaga sehingga dapat memberikan kontribusi pada pelaksanaan kurban saat Idul Adha mendatang, menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat dalam melaksanakan tradisi tersebut.