Galon Polikarbonat Tidak Berhubungan dengan Gangguan Hormon dan Kanker

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Penelitian terbaru dari Universitas Airlangga (Unair) mengungkapkan bahwa mengonsumsi air minum dalam kemasan (AMDK) dari galon polikarbonat tidak berhubungan dengan gangguan sistem hormonal, reproduksi, atau peningkatan risiko kanker. Hasil penelitian ini dilakukan oleh Departemen Kesehatan Lingkungan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Unair, yang menganalisis pola konsumsi AMDK serta kandungan Bisphenol A (BPA) dari sepuluh merek air kemasan terpopuler di Indonesia.

Penelitian ini melibatkan responden yang melaporkan berbagai keluhan kesehatan, namun tidak ditemukan kaitan antara konsumsi air dari galon polikarbonat dan gangguan kesehatan yang dimaksud. Peneliti mengonfirmasi bahwa kadar BPA yang terdeteksi dalam sampel air minum berada di bawah batas aman yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA), sehingga tidak mengindikasikan risiko kesehatan yang signifikan.

Hasil ini menjadi penting mengingat meningkatnya perhatian masyarakat mengenai keamanan AMDK, terutama terkait kontaminan BPA. Dengan temuan ini, Unair memberikan klarifikasi bahwa penggunaan galon polikarbonat untuk air minum tetap aman selama mematuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Peneliti menegaskan bahwa tidak ditemukan hubungan signifikan antara paparan BPA dari AMDK dan perkembangan kanker, serta gangguan hormon pada individu.

Kesimpulan dari studi ini dirilis pada tanggal 4 Juli 2026, menambah pengetahuan bagi masyarakat tentang sejauh mana keamanan galon minuman yang umum digunakan. Temuan ini diharapkan dapat membantu publik membuat keputusan yang lebih informatif terkait konsumsi air minum dalam kemasan.

Baca Juga  Aturan Pasar Diperketat, Free Float Saham Naik Jadi 15% 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *