Eropa: Invasi Iran Ancam Kerugian Besar bagi AS, Ini Alasannya

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Invasi oleh Amerika Serikat (AS) ke Iran diprediksi akan membawa kerugian besar, menurut sebuah laporan dari Dewan Eropa untuk Hubungan Luar Negeri (ECFR). Peringatan ini muncul setelah AS menahan sebagian besar kekuatan militernya selama perang singkat pada Juni 2025, serta risiko yang mungkin menyertai serangan di masa depan.

Laporan ECFR, yang dirilis pada hari Selasa, menyoroti berbagai faktor yang menjadikan Iran tantangan signifikan bagi AS. Pertama, Iran memiliki populasi lebih dari 90 juta dan wilayah yang hampir empat kali lebih besar dibandingkan Irak, membuat setiap tindakan militer AS menjadi kompleks secara logistik dan operasional. Perbandingan mencolok juga diberikan dengan populasi Libya dan Irak saat terjadi agresi NATO dan invasi AS yang lalu.

Selanjutnya, meskipun Iran menunjukkan pengekangan selama konflik 2025 dengan tidak menggunakan seluruh persenjataannya, ECFR mengingatkan bahwa negara ini memiliki arsenal yang masih utuh. Dalam situasi yang mengancam, Iran dapat mengerahkan strategi yang telah tersimpan, mengindikasikan sambutan yang lebih kuat terhadap agresi AS.

Selain itu, Iran didukung oleh jaringan sekutu regional yang meliputi kelompok perlawanan di Irak, Lebanon, dan Yaman. Hal ini memperkuat kesiapan militer dan kemampuan Iran untuk melindungi infrastruktur vital serta mengontrol Selat Hormuz—jalur strategis untuk pasokan energi dunia.

Akhirnya, laporan ECFR menekankan pengalaman historis yang menunjukkan bahwa intervensi AS di Libya dan Suriah justru menghasilkan ketidakstabilan dan krisis berkepanjangan, meningkatkan keprihatinan akan dampak negatif dari invasi ke Iran.

Baca Juga  IDM Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Dalam Kebakaran Hotel Manohara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *