Flamingballofwreckage.net – Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, tengah merancang skema kolaborasi yang melibatkan organisasi pemuda Karang Taruna dalam Tim Jemput Gabah untuk meningkatkan penyerapan hasil panen petani. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah (CBP) di berbagai daerah.
Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta, Rizal mengungkapkan rencana tersebut akan mengintegrasikan penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dengan pelibatan pemuda desa. “Tim Penjemput Gabah akan terdiri dari berbagai elemen guna mempercepat dan mengoptimalkan proses panen,” katanya.
Melibatkan Karang Taruna diharapkan tidak hanya menciptakan peluang pekerjaan musiman, tetapi juga dapat membantu menekan arus urbanisasi dengan memberikan alternatif ekonomi yang lebih produktif di desa. Rizal menekankan pentingnya pelibatan pemuda agar mereka dapat berkontribusi secara aktif saat panen berlangsung.
Rizal menambahkan, kolaborasi ini akan meningkatkan kecepatan dan efektivitas dalam melakukan koordinasi lapangan, serta memelihara kualitas gabah sesuai standar usia panen agar tidak terjadi panen dini yang dapat merugikan mutu beras nasional. Kualitas gabah ini penting guna menjaga daya simpan yang tinggi, yang merupakan bagian utama dari CBP.
Di sisi lain, Anggota Komisi IV DPR, Saadiah Uluputty, mendukung langkah Bulog untuk melibatkan organisasi kepemudaan dalam penyerapan gabah. Ia percaya keterlibatan ini dapat memberikan manfaat ganda, serta menjadi kesempatan bagi pemuda untuk dilatih dalam memahami ketahanan pangan nasional.
Rincian kolaborasi dengan Karang Taruna akan dimatangkan dalam diskusi dengan pemangku kepentingan. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat proses penyerapan gabah berkualitas dan melindungi petani dari praktik tengkulak, sekaligus memastikan stabilitas pasokan beras di tanah air.