Flamingballofwreckage.net – Yayasan Bakti Barito dan STiR Education telah memasuki fase kedua dalam pengembangan program pendidikan di Indonesia dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP). MoU ini ditandatangani sebagai langkah konkret untuk meningkatkan hasil belajar dengan memotivasi guru, kepala sekolah, dan pengawas pendidikan di berbagai level.
Dalam fase kedua ini, program akan lebih menyeluruh dan berkelanjutan, fokus pada Jawa Timur, di mana BBPMP akan bekerja sama dalam implementasinya. Setelah empat tahun pengembangan sebelumnya, fase ini dirancang untuk memperluas jangkauan program ke sepuluh kabupaten/kota, dari sebelumnya hanya dua.
Melalui kerjasama ini, BBPMP akan memimpin koordinasi di tingkat provinsi dan menjamin keselarasan program dengan standar mutu pendidikan nasional. Program ini mengutamakan pendekatan sistematis, termasuk pembelajaran antar rekan sejawat dan refleksi berbasis data, yang dirancang untuk membentuk perubahan positif dalam pengelolaan pendidikan.
Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Pendidikan Unggul, Yoni Nurdiansyah, menekankan pentingnya kemitraan dengan BBPMP untuk memperkuat motivasi intrinsik dalam pendidikan. Dia menegaskan, keberlanjutan dan perbaikan harus terus diupayakan untuk perkembangan sistem pendidikan yang lebih baik.
Evaluasi yang dilakukan oleh Deloitte menunjukkan bahwa wilayah yang terlibat dalam program ini mengalami peningkatan literasi hingga 16,4% lebih baik dibandingkan daerah yang tidak terlibat. Fase kedua ini bukan hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mendukung keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam pendidikan, memastikan kualitas dan keberlanjutan mutu pendidikan di Indonesia.