AS Serang Venezuela, Target Sebenarnya Adalah China

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menyimpan agenda lebih dalam yang berkaitan dengan kepentingan global, terutama dalam konteks persaingan dengan China. Menurut analisis jurnalis veteran Seymour Hersh, operasi tersebut bukan sekadar upaya untuk menjatuhkan Presiden Nicolas Maduro, melainkan bertujuan untuk menghalangi Beijing dari akses terhadap cadangan minyak besar yang dimiliki Venezuela.

Hersh menjelaskan, Venezuela, yang merupakan negara sosialis dengan cadangan minyak terbesar di dunia, bersedia mengekspor minyak mentahnya ke China. Hal itu dianggap sebagai ancaman oleh AS, yang berupaya menghentikan aliran tersebut. Dalam komentarnya, Hersh menyatakan, “Tujuan utama Presiden Donald Trump adalah untuk memutus hubungan antara China, sebagai saingan ekonomi, dan minyak mentah Venezuela yang relatif murah.”

Peristiwa ini menjadi penting untuk dipahami dalam kerangka geopolitik, di mana kontrol sumber daya alami, seperti minyak, menjadi fokus utama negara-negara besar. Hersh juga menambahkan bahwa setelah Venezuela, Iran mungkin menjadi target berikutnya, menyusul statusnya sebagai salah satu pemasok minyak utama bagi China yang memiliki cadangan besar.

Sejak operasi ini dimulai, pergerakan kebijakan luar negeri AS terhadap Venezuela semakin jelas bahwa mereka berusaha tidak hanya untuk menggulingkan rezim saat ini, tetapi juga mengatur ulang peta geopolitik dalam konteks ketergantungan pasar energi. Selain itu, dampak dari situasi ini dapat memiliki implikasi besar, tidak hanya bagi kedua negara yang terlibat, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi global secara keseluruhan.

Baca Juga  Virus Mosaik: Penyakit Serius yang Menyerang Tanaman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *