Alat Pemantau Gempa BMKG Hilang di Aceh

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi terjadinya pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bumi di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Kejadian ini teridentifikasi setelah tidak ada transmisi data sejak 29 Juli 2026 dan laporan ini diterima pada 3 Agustus setelah tim BMKG melakukan pemeriksaan lapangan.

Kepala Stasiun Geofisika Kelas II Aceh Selatan, Sugeng Prayitno, menyatakan bahwa kerugian material akibat perusakan tersebut mencapai Rp246.442.213. Sugeng menjelaskan bahwa pelaku merusak pintu shelter dan memotong kabel instalasi untuk mencuri perangkat penerima data seismik, termasuk digitizer, modem VSAT, dan panel surya.

Akibat dari insiden ini, operasional pemantauan seismik menjadi lumpuh, yang berarti BMKG tidak dapat menentukan parameter gempa dengan cepat, berisiko terhadap keselamatan masyarakat, terutama di Gayo Lues yang berada di jalur aktif Sesar Sumatera. Dulunya, gempa yang mengancam wilayah ini pernah menyebabkan kerusakan bangunan pada 2017 dan 2026.

BMKG telah melaporkan kasus ini ke Polres Gayo Lues untuk investigasi lebih lanjut. Sugeng mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama menjaga fasilitas pemantau gempa, mengingat peristiwa ini merupakan bagian dari rentetan aksi pencurian yang telah terjadi di Indonesia sejak 2015, dengan setidaknya 15 kasus serupa. Kejadian ini menggarisbawahi pentingnya menjaga infrastruktur vital demi keselamatan jiwa dari ancaman bencana.

Baca Juga  Polisi Amankan 9 Pemuda dan Sita 3 Celurit Terlibat tawuran di Jakarta Pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *