Tradisi Maulid Nabi di Pesantren Benda Kerep Cirebon Tanpa Suara

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung meriah di Pesantren Benda Kerep, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Selasa (25/8). Ribuankunjungan memadati kawasan tersebut, tidak hanya dari Cirebon, tetapi juga dari luar kota, untuk merasakan kekhidmatan tradisi yang telah berlangsung lama.

Rangkaian acara dimulai sejak Senin malam dengan doa marhabanan dan pembacaan kitab Al-Barzanji. KH Aminudin, tokoh masyarakat setempat, menjelaskan bahwa acara tersebut dipimpin oleh para kiai dari pesantren dan merupakan keturunan pendirinya, Mbah Sholeh. Dia menambahkan, pada pagi harinya, ribuan pengunjung kembali berkumpul untuk melanjutkan marhabanan yang dipimpin oleh kiai dari luar pesantren.

Salah satu ciri khas dari peringatan ini adalah larangan penggunaan pengeras suara. Seluruh warga, baik di masjid maupun di rumah, mengikuti lantunan doa secara bersamaan dengan suara alami. “Kami ingin mempertahankan kekhusyukan dan nilai-nilai tradisional,” kata Aminudin. Pelaksanaan tanpa pengeras suara menciptakan suasana yang lebih intim di antara para jamaah.

Selain ritual doa, tradisi berbagi makanan dengan ember kecil menjadi daya tarik tersendiri. Pengunjung menerima ember yang berisi makanan, mulai dari nasi, lauk-pauk, hingga buah-buahan. Ember-ember ini disiapkan secara swadaya oleh warga, dengan beberapa rumah mampu menyediakan hingga seribu ember makanan.

KH Aminudin menjelaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar seremoni semata. Melainkan, merupakan bentuk penguatan keimanan dan cinta kepada Rasulullah SAW. Masyarakat diharapkan dapat meneladani ajaran Nabi dalam kehidupan sehari-hari, serta mendapatkan hikmah dari kegiatan tersebut.

Baca Juga  Ancaman Serius Jika LGBT Berkembang Pesat di Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *