Flamingballofwreckage.net – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan ditargetkan dapat teratasi dalam dua pekan ke depan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, dalam kunjungan kerjanya di kawasan Pengayuan, Landasan Ulin, Banjarbaru, pada Senin, 24 Agustus. Dalam arahan tersebut, Hanif menjelaskan bahwa pemerintah telah mengerahkan ribuan personel dari berbagai unsur untuk memadamkan api, mengingat semakin menipisnya sumber air akibat kemarau.
Penanganan karhutla di area tersebut dibagi menjadi tiga zona utama, yakni Guntung Damar, Hutan Lindung Liang Anggang, dan Pengayuan Landasan Ulin. Selain menggunakan metode water bombing, tim pemadam juga menyiapkan 200 pompa air dari irigasi Riam Kanan, serta menjebol embung untuk mempercepat proses pemadaman lahan gambut. Di lokasi Pengayuan, di mana sumber air terbatas, 30 unit mobil tangki air dan 350 personel telah dikerahkan.
Hanif menekankan pentingnya pengawasan, karena pemerintahan menduga kebakaran yang terjadi bukan disebabkan faktor alam. “Kita yakin ini lebih karena ulah manusia dan dipicu oleh kondisi El Niño,” ujarnya. Untuk itu, penguatan patroli darat dan pemantauan menggunakan drone akan dilakukan untuk wilayah yang sulit dijangkau.
Sebelumnya, Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menindak tegas pelaku pembakaran hutan. Ia mengungkapkan bahwa Gakkum Kemenhut telah menangani 42 kasus karhutla, dengan sembilan kasus sudah ditetapkan sebagai tersangka. Penegakan hukum ini bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas akibat kebakaran hutan.