Pakar Militer: Arab Saudi dan Turki Tak Bisa Andalkan AS

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pakar militer Harlan Ullman mengemukakan bahwa Arab Saudi dan Turki tidak dapat lagi sepenuhnya mengandalkan aliansi tradisional yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Pernyataan tersebut disampaikan di Riyadh, menyoroti dampak perubahan dinamika politik global, terutama selama masa jabatan kedua Presiden Donald Trump. Ullman, yang merupakan Direktur The Killowen Group dan pensiunan perwira senior angkatan laut, menjelaskan bahwa pergeseran ini berkaitan dengan ketidakpuasan sekutu terhadap sikap pemerintahan Trump yang mendorong negara-negara untuk lebih mandiri dalam urusan pertahanan.

“Trump menegaskan bahwa sekutu harus mengurus diri mereka sendiri,” ungkap Ullman kepada Al Jazeera. Ia menekankan bahwa kondisi ini berakibat pada pencarian alternatif bagi negara-negara sekutu, terutama di Timur Tengah. Di Arab Saudi, misalnya, ketidakpastian mengenai kebijakan AS terhadap Iran membuat negara ini ragu akan konsistensi dukungan dari Washington.

Lebih lanjut, Ullman menyebutkan bahwa dasar-dasar aliansi Amerika dengan negara-negara di Timur Tengah, Teluk Persia, sekutu NATO, serta negara-negara di Asia, mengalami goncangan yang signifikan. Kondisi ini memicu pembentukan aliansi baru untuk saling melengkapi kekuatan masing-masing pihak.

Kesepakatan pertahanan antara Arab Saudi, Turki, dan Pakistan diharapkan dapat menjadi solusi bagi tantangan yang dihadapi oleh ketiga negara tersebut, menandai era baru dalam kerjasama militer di kawasan yang tengah mengalami perubahan geopolitik. Dengan demikian, gejolak ini menciptakan peluang bagi negara-negara Middle East untuk membentuk aliansi yang lebih independen dan strategis.

Baca Juga  Ledakan Gas LPG di Medan, 3 Rumah Rusak Berat dan 5 Terluka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *