Flamingballofwreckage.net – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengambil langkah strategis dalam menyesuaikan pola layanan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai respons terhadap gangguan operasional yang melibatkan dua kapal long distance ferry milik PT ALP. Gangguan ini telah menyebabkan antrean kendaraan yang signifikan di penyeberangan Selat Bali.
Sekretaris ASDP, Windy Andale, menjelaskan bahwa untuk mengurangi antrean kendaraan yang ingin menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk, pihaknya mengalihkan sebagian kendaraan barang ke layanan feri reguler. “ASDP tetap memprioritaskan kelancaran bagi kendaraan pribadi dan bus untuk menjaga mobilitas masyarakat selama periode liburan,” ujarnya di Banyuwangi, Sabtu.
Windy menambahkan bahwa ASDP, bersama dengan regulator dan pemangku kepentingan lainnya, sedang memaksimalkan layanan penyeberangan dengan mengoperasikan hingga 29 unit kapal. Langkah-langkah yang telah diambil menunjukkan hasil positif, terlihat dari penurunan kepadatan antrean di pelabuhan.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan program stimulus tarif yang disediakan pemerintah selama libur sekolah. Program ini memberikan diskon 100 persen tarif jasa kepelabuhanan di 14 pelabuhan, termasuk Ketapang-Gilimanuk, untuk perjalanan dari tanggal 20 Juni hingga 5 Juli 2026. “Pengguna jasa disarankan untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan membeli tiket sebelum berangkat,” imbuhnya.
Windy menekankan pentingnya kedatangan sesuai jadwal keberangkatan untuk meminimalisir kepadatan di pelabuhan. Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan layanan penyeberangan dapat kembali optimal dan memenuhi kebutuhan masyarakat.