Flamingballofwreckage.net – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penguatan signifikan pada Jumat sore, dengan penutupan menguat 121,63 poin atau 2,07 persen di posisi 6.007,66. Kenaikan ini didorong oleh optimisme pelaku pasar terhadap kemungkinan terjadinya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran, yang memberikan dampak positif terhadap sentimen investasi.
Menurut Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, faktor eksternal yang memengaruhi penguatan IHSG termasuk penurunan harga minyak mentah ke bawah 90 dolar AS per barel. Dari dalam negeri, kebijakan pemerintah yang berfokus pada efisiensi anggaran untuk program Makan Bergizi Gratis dan penurunan target pembangunan koperasi desa Merah Putih juga menjadi sentimen positif.
Pelaku pasar kini menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG) yang akan berlangsung pada Kamis, 18 Juni, di mana diperkirakan akan terjadi kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. Ratna memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran support 5.900-6.000 dan resistance 6.150-6.220 dalam pekan mendatang.
Sektor-sektor di Bursa mencatatkan penguatan, dengan sektor barang baku unggul naik 4,19 persen, disusul sektor energi dan industri yang masing-masing naik 5,03 persen dan 4,17 persen. Sementara itu, sektor kesehatan menjadi satu-satunya yang mencatatkan penurunan, dengan kejatuhan sebesar 2,28 persen.
Frekuensi perdagangan mencapai 2.401.960 transaksi dengan volume total mencapai 37,47 miliar lembar saham, senilai Rp21,68 triliun. Tercatat, sebanyak 615 saham mengalami kenaikan harga, sedangkan 108 saham mengalami penurunan, dan 93 saham tidak bergerak. Di bursa regional, indeks Asia juga menunjukkan pergerakan beragam dengan Nikkei menguat 2,87 persen, sementara indeks Shanghai melemah 1,12 persen.