Flamingballofwreckage.net – Liliana Tanoesoedibjo menerima penghargaan MURI Kartini atas suksesnya konser Tehillim – The Heart of Worship. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI), dalam konferensi pers yang berlangsung di MNC Conference Hall, Jakarta, pada Sabtu (6/6/2026). Suprana mengungkapkan kekagumannya terhadap konser yang dinilai sebagai momen bersejarah baik di Indonesia maupun dunia.
Jaya Suprana menjelaskan bahwa MURI telah mencatat lebih dari 12.000 rekor, namun konser Tehillim memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh rekor lain. “Saya kagum atas prestasi ini. Tidak ada yang menyentuh seperti hari ini,” ucapnya. Keunikan konser ini terletak pada integrasi pelayanan, misi, dan karya musik yang dipersembahkan oleh Liliana, di mana seluruh lagu yang dibawakan merupakan ciptaannya sendiri.
Dalam konser tersebut, Liliana membawakan total 14 lagu, meskipun ia tidak memiliki latar belakang pendidikan musik. Jaya Suprana menyatakan bahwa kreativitas yang lahir dari ketulusan hati seringkali menghasilkan karya yang luar biasa. “Saya justru iri karena Anda tidak pernah sekolah musik, maka bisa menciptakan lagu-lagu itu karena itu tulus dari hati Anda,” katanya.
Konser ini tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, namun juga sebuah misi spiritual yang mengangkat nilai-nilai keberagaman dan pelayanan. Keberhasilan Liliana dalam menggelar acara ini mendapatkan antusiasme tinggi dari publik dan menunjukkan bahwa passion dapat mengatasi keterbatasan latar belakang. Konser ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk mengejar impian meskipun tidak memiliki pendidikan formal di bidang yang diminati.