Iran Klaim Rudal Patriot AS Hancurkan Bandara Kuwait, AS Menolak

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa rudal yang menghancurkan Terminal 1 Bandara Internasional Kuwait merupakan rudal pencegat dari sistem Patriot milik Amerika Serikat, bukan serangan dari Iran. Namun, klaim ini segera dibantah oleh Komando Pusat Amerika (CENTCOM), yang menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar dan menyatakan bahwa Iran secara sadar melancarkan serangan ke bandara tersebut.

Kejadian ini berlangsung pada Rabu dini hari dan mengakibatkan satu orang tewas dan 63 lainnya luka-luka. Menurut laporan, bandara diserang oleh berbagai rudal dan drone yang diluncurkan oleh Iran, sesuai dengan narasi yang diutarakan oleh pihak Kuwait dan Amerika Serikat. Rekaman dari lokasi kejadian menunjukkan kerusakan parah, dengan kebakaran di terminal dan atap yang runtuh.

Brigadir Jenderal Saud al-Otayan, juru bicara Kementerian Pertahanan Kuwait, mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “agresi kriminal Iran.” Dalam konteks yang lebih luas, serangan ini terjadi setelah Amerika Serikat menembaki sebuah kapal tanker minyak yang diduga berusaha berlabuh di pelabuhan Iran, sebagai tanggapan terhadap kontrol Teheran atas Selat Hormuz.

IRGC juga mengklaim bahwa sebagai balasan atas agresi tersebut, mereka telah menargetkan Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait yang merupakan markas bagi pasukan AS dan markas Armada Kelima di Bahrain. Ketegangan antara kedua negara terlihat meningkat, dengan masing-masing pihak saling melempar tuduhan dan tanggapan yang semakin memanas.

Baca Juga  Pertamina Tegaskan Tidak Ada Monopoli dalam Penjualan BBM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *