Israel Hancurkan Markas UNRWA di Yerusalem Timur, PBB Protes

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Pemerintah Israel melakukan pembongkaran markas besar badan pengungsi Palestina, UNRWA, di Yerusalem Timur pada Selasa waktu setempat. Tindakan ini merupakan respons terhadap undang-undang baru yang melarang operasional UNRWA di wilayah Israel. Pembongkaran melibatkan pasukan polisi dan petugas Otoritas Pertanahan Israel, yang menggunakan alat berat untuk merobohkan fasilitas tersebut.

UNRWA mengecam tindakan ini sebagai serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap lembaga PBB dan fasilitasnya. Mereka melalui media sosial menegaskan bahwa langkah Israel mencerminkan pembangkangan terhadap hukum internasional. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, telah mendesak Israel untuk segera menghentikan pembongkaran dan mengembalikan kompleks UNRWA yang telah diruntuhkan.

Secara hukum, fasilitas PBB dilindungi oleh Konvensi PBB tentang Hak Istimewa dan Kekebalan yang diakui Israel sejak 1949, yang menyatakan bahwa properti PBB tidak dapat diganggu gugat. Namun, Kementerian Luar Negeri Israel bersikeras bahwa mereka memiliki hak penuh atas tanah tersebut, mengklaim UNRWA tidak berfungsi di lokasi itu. Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, merayakan insiden ini sebagai langkah bersejarah untuk memulihkan pemerintahan di Yerusalem.

Dampak dari pembongkaran ini memperburuk sengketa wilayah di Yerusalem Timur, yang dicaplok Israel tahun 1980 tetapi masih dianggap wilayah pendudukan oleh komunitas internasional. Otoritas Palestina menilai tindakan ini sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mendesak dunia untuk bertindak. Selain markas di Sheikh Jarrah, dilaporkan properti UNRWA lainnya di Kfar ‘Aqab juga akan menghadapi proses serupa.

Baca Juga  Menko IPK: Kereta Api Kunci untuk Capai Nol Emisi Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *