Wamendag Ajak Digitalisasi Transaksi di Pasar Rakyat

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong penguatan digitalisasi pembayaran di pasar rakyat saat melakukan pemantauan harga komoditas pokok di Pasar Senen dan Pasar Johar Baru, Jakarta, pada hari Rabu lalu. Dalam kegiatan tersebut, ia menekankan pentingnya transisi menuju sistem pembayaran yang lebih modern.

Roro mencatat bahwa sejumlah pedagang kini telah menyediakan opsi pembayaran nontunai, termasuk transfer bank dan QRIS. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa metode pembayaran tunai masih perlu dipertahankan untuk kenyamanan konsumen. “Saya menggunakan dua metode, uang tunai dan juga yang secara digital,” tuturnya.

Selama kunjungan, Roro juga mengecek harga bahan pokok dan menemukan bahwa minyak goreng dijual sekitar Rp15.500 per liter di Pasar Senen dan Rp15.700 per liter di Pasar Johar Baru, sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Ia menjelaskan bahwa meskipun beberapa harga komoditas mengalami penurunan, cabai masih berada di atas harga acuan karena dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Kementerian Perdagangan, menurut Roro, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak pengelola pasar untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan pasokan. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis mencatat harga cabai rawit merah mencapai Rp70.000 per kilogram, sedangkan telur ayam ras dibanderol sekitar Rp34.000 per kilogram.

Roro menegaskan bahwa digitalisasi pasar rakyat akan dilakukan secara bertahap dan harus diiringi dengan sosialisasi kepada masyarakat. Ia berharap proses ini tidak mengurangi akses masyarakat yang bergantung pada transaksi tunai, sambil menjaga stabilitas harga bahan pokok di akhir tahun.

Baca Juga  Kurikulum Baru Nasional Resmi Diluncurkan untuk Pendidikan Kebidanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *