Trump Tunda Serangan Energi Iran Selama Sepuluh Hari

[original_title]

Flamingballofwreckage.net – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan penundaan serangan militer terhadap fasilitas energi Iran selama sepuluh hari ke depan. Keputusan ini dibuat di tengah proses negosiasi yang dinyatakan berlangsung positif antara kedua negara. Dalam pernyataan di platform media sosialnya, Trump menunjukkan bahwa penundaan ini merupakan respons terhadap permintaan dari pemerintah Iran.

Jeda operasional yang awalnya dijadwalkan berakhir pada Jumat ini kini akan berlanjut hingga Senin, 6 April 2026, pukul 20.00 waktu setempat. Trump menegaskan dalam unggahannya bahwa pembicaraan antara pihak-pihak terkait terus berlangsung dan berjalan baik, meskipun dia mengkritik media yang menyebarkan berita yang dianggapnya keliru.

Sementara itu, dari pihak Iran, penasehat senior pemimpin tertinggi, Ali Akbar Velayati, memperingatkan akan konsekuensi serius jika negara manapun terlibat dalam tindakan militer terhadap wilayah Iran. Ia menekankan bahwa setiap agresi akan membawa dampak balik kepada para pelaku, dengan fokus pada kemungkinan pembalasan di wilayah Teluk Persia. Velayati menyatakan bahwa “peristiwa pasti akan terjadi” yang dapat membahayakan keamanan nasional Iran.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, menyampaikan keprihatinan atas serangan yang dilaporkan dekat pembangkit listrik nuklir Bushehr. Fasilitas ini, yang menyimpan bahan nuklir, berisiko mengalami kecelakaan radiologis besar jika terjadi kerusakan. Organisasi Energi Atom Iran mengonfirmasi serangan yang dilancarkan oleh pihak yang mereka anggap sebagai “musuh Amerika-Israel.” Hingga saat ini, Departemen Pertahanan AS dan militer Israel belum memberikan komentar terkait insiden ini.

Baca Juga  Asal Usul Nabi Khidir AS: Nama, Silsilah, dan Ainul Hayat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *