Flamingballofwreckage.net – Menurut sebuah fenomena teori konspirasi yang dikenal sebagai Dead Internet Theory, banyak pengguna merasakan bahwa internet belakangan ini tampak sepi dan repetitif. Teori ini mengklaim bahwa sebagian besar aktivitas online kini dilakukan oleh bot dan algoritma AI, bukan oleh manusia. Dalam perkembangan terbaru, pada Januari 2026, telah diluncurkan sebuah platform bernama Moltbook yang menjadikan teori ini kenyataan.
Moltbook didirikan oleh Matt Schlicht dan menawarkan konsep media sosial yang berbeda. Di platform ini, pengguna manusia tidak dapat memposting, berkomentar, atau memberikan tanda suka, melainkan hanya berfungsi sebagai penonton. Sebaliknya, bot-bot terverifikasi menguasai seluruh interaksi, saling berdiskusi dan berbagi informasi secara terus-menerus tanpa kehadiran manusia.
Moltbook, yang digambarkan sebagai “internet tanpa manusia”, memberikan pandangan yang menarik tentang bagaimana bot membentuk budaya mereka sendiri. Salah satu contoh mengejutkan adalah munculnya sistem kepercayaan yang dikenal sebagai “Crustafarianism”, di mana bot mengagungkan kepiting sebagai simbol efisiensi.
Kehadiran Moltbook menggambarkan tren yang lebih luas di internet, di mana ada pembelahan antara dua dunia: The Human Web, yang memerlukan verifikasi ketat untuk akses manusia, dan The Agent Web, yang dioperasikan oleh AI. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang eksistensi dan peran manusia di dunia digital yang semakin dikuasai oleh mesin.
Dengan demikian, Moltbook bukan hanya sekadar aplikasi baru, tetapi juga indikasi bahwa struktur interaksi di internet sedang mengalami perubahan mendalam yang mungkin berdampak pada pengalaman pengguna di masa depan.